← Beranda Saung Hadis

Hadis dari Muslim No. 479

حَدَّثَنَا أَبُو الرَّبِيعِ الْعَتَكِيُّ، حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ، حَدَّثَنَا مَعْبَدُ بْنُ هِلاَلٍ الْعَنَزِيُّ، ح وَحَدَّثَنَاهُ سَعِيدُ بْنُ مَنْصُورٍ، - وَاللَّفْظُ لَهُ - حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ، حَدَّثَنَا مَعْبَدُ بْنُ هِلاَلٍ الْعَنَزِيُّ، قَالَ انْطَلَقْنَا إِلَى أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ وَتَشَفَّعْنَا بِثَابِتٍ فَانْتَهَيْنَا إِلَيْهِ وَهُوَ يُصَلِّي الضُّحَى فَاسْتَأْذَنَ لَنَا ثَابِتٌ فَدَخَلْنَا عَلَيْهِ وَأَجْلَسَ ثَابِتًا مَعَهُ عَلَى سَرِيرِهِ فَقَالَ لَهُ يَا أَبَا حَمْزَةَ إِنَّ إِخْوَانَكَ مِنْ أَهْلِ الْبَصْرَةِ يَسْأَلُونَكَ أَنْ تُحَدِّثَهُمْ حَدِيثَ الشَّفَاعَةِ ‏.‏ قَالَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدٌ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏"‏ إِذَا كَانَ يَوْمُ الْقِيَامَةِ مَاجَ النَّاسُ بَعْضُهُمْ إِلَى بَعْضٍ فَيَأْتُونَ آدَمَ فَيَقُولُونَ لَهُ اشْفَعْ لِذُرِّيَّتِكَ ‏.‏ فَيَقُولُ لَسْتُ لَهَا وَلَكِنْ عَلَيْكُمْ بِإِبْرَاهِيمَ - عَلَيْهِ السَّلاَمُ - فَإِنَّهُ خَلِيلُ اللَّهِ ‏.‏ فَيَأْتُونَ إِبْرَاهِيمَ فَيَقُولُ لَسْتُ لَهَا وَلَكِنْ عَلَيْكُمْ بِمُوسَى - عَلَيْهِ السَّلاَمُ - فَإِنَّهُ كَلِيمُ اللَّهِ ‏.‏ فَيُؤْتَى مُوسَى فَيَقُولُ لَسْتُ لَهَا وَلَكِنْ عَلَيْكُمْ بِعِيسَى - عَلَيْهِ السَّلاَمُ - فَإِنَّهُ رُوحُ اللَّهِ وَكَلِمَتُهُ ‏.‏ فَيُؤْتَى عِيسَى فَيَقُولُ لَسْتُ لَهَا وَلَكِنْ عَلَيْكُمْ بِمُحَمَّدٍ صلى الله عليه وسلم فَأُوتَى فَأَقُولُ أَنَا لَهَا ‏.‏ فَأَنْطَلِقُ فَأَسْتَأْذِنُ عَلَى رَبِّي فَيُؤْذَنُ لِي فَأَقُومُ بَيْنَ يَدَيْهِ فَأَحْمَدُهُ بِمَحَامِدَ لاَ أَقْدِرُ عَلَيْهِ الآنَ يُلْهِمُنِيهِ اللَّهُ ثُمَّ أَخِرُّ لَهُ سَاجِدًا فَيُقَالُ لِي يَا مُحَمَّدُ ارْفَعْ رَأْسَكَ وَقُلْ يُسْمَعْ لَكَ وَسَلْ تُعْطَهْ وَاشْفَعْ تُشَفَّعْ فَأَقُولُ رَبِّ أُمَّتِي أُمَّتِي ‏.‏ فَيُقَالُ انْطَلِقْ فَمَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ حَبَّةٍ مِنْ بُرَّةٍ أَوْ شَعِيرَةٍ مِنْ إِيمَانٍ فَأَخْرِجْهُ مِنْهَا ‏.‏ فَأَنْطَلِقُ فَأَفْعَلُ ثُمَّ أَرْجِعُ إِلَى رَبِّي فَأَحْمَدُهُ بِتِلْكَ الْمَحَامِدِ ثُمَّ أَخِرُّ لَهُ سَاجِدًا فَيُقَالُ لِي يَا مُحَمَّدُ ارْفَعْ رَأْسَكَ وَقُلْ يُسْمَعْ لَكَ وَسَلْ تُعْطَهْ وَاشْفَعْ تُشَفَّعْ ‏.‏ فَأَقُولُ أُمَّتِي أُمَّتِي ‏.‏ فَيُقَالُ لِي انْطَلِقْ فَمَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ مِنْ إِيمَانٍ فَأَخْرِجْهُ مِنْهَا ‏.‏ فَأَنْطَلِقُ فَأَفْعَلُ ثُمَّ أَعُودُ إِلَى رَبِّي فَأَحْمَدُهُ بِتِلْكَ الْمَحَامِدِ ثُمَّ أَخِرُّ لَهُ سَاجِدًا فَيُقَالُ لِي يَا مُحَمَّدُ ارْفَعْ رَأْسَكَ وَقُلْ يُسْمَعْ لَكَ وَسَلْ تُعْطَهْ وَاشْفَعْ تُشَفَّعْ فَأَقُولُ يَا رَبِّ أُمَّتِي أُمَّتِي ‏.‏ فَيُقَالُ لِي انْطَلِقْ فَمَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ أَدْنَى أَدْنَى أَدْنَى مِنْ مِثْقَالِ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ مِنْ إِيمَانٍ فَأَخْرِجْهُ مِنَ النَّارِ فَأَنْطَلِقُ فَأَفْعَلُ ‏"‏ ‏.‏ هَذَا حَدِيثُ أَنَسٍ الَّذِي أَنْبَأَنَا بِهِ فَخَرَجْنَا مِنْ عِنْدِهِ فَلَمَّا كُنَّا بِظَهْرِ الْجَبَّانِ قُلْنَا لَوْ مِلْنَا إِلَى الْحَسَنِ فَسَلَّمْنَا عَلَيْهِ وَهُوَ مُسْتَخْفٍ فِي دَارِ أَبِي خَلِيفَةَ - قَالَ - فَدَخَلْنَا عَلَيْهِ فَسَلَّمْنَا عَلَيْهِ فَقُلْنَا يَا أَبَا سَعِيدٍ جِئْنَا مِنْ عِنْدِ أَخِيكَ أَبِي حَمْزَةَ فَلَمْ نَسْمَعْ مِثْلَ حَدِيثٍ حَدَّثَنَاهُ فِي الشَّفَاعَةِ قَالَ هِيهِ ‏.‏ فَحَدَّثْنَاهُ الْحَدِيثَ ‏.‏ فَقَالَ هِيهِ ‏.‏ قُلْنَا مَا زَادَنَا ‏.‏ قَالَ قَدْ حَدَّثَنَا بِهِ مُنْذُ عِشْرِينَ سَنَةً وَهُوَ يَوْمَئِذٍ جَمِيعٌ وَلَقَدْ تَرَكَ شَيْئًا مَا أَدْرِي أَنَسِيَ الشَّيْخُ أَوْ كَرِهَ أَنْ يُحَدِّثَكُمْ فَتَتَّكِلُوا ‏.‏ قُلْنَا لَهُ حَدِّثْنَا ‏.‏ فَضَحِكَ وَقَالَ خُلِقَ الإِنْسَانُ مِنْ عَجَلٍ مَا ذَكَرْتُ لَكُمْ هَذَا إِلاَّ وَأَنَا أُرِيدُ أَنْ أُحَدِّثَكُمُوهُ ‏"‏ ثُمَّ أَرْجِعُ إِلَى رَبِّي فِي الرَّابِعَةِ فَأَحْمَدُهُ بِتِلْكَ الْمَحَامِدِ ثُمَّ أَخِرُّ لَهُ سَاجِدًا فَيُقَالُ لِي يَا مُحَمَّدُ ارْفَعْ رَأْسَكَ وَقُلْ يُسْمَعْ لَكَ وَسَلْ تُعْطَ وَاشْفَعْ تُشَفَّعْ ‏.‏ فَأَقُولُ يَا رَبِّ ائْذَنْ لِي فِيمَنْ قَالَ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ ‏.‏ قَالَ لَيْسَ ذَاكَ لَكَ - أَوْ قَالَ لَيْسَ ذَاكَ إِلَيْكَ - وَلَكِنْ وَعِزَّتِي وَكِبْرِيَائِي وَعَظَمَتِي وَجِبْرِيَائِي لأُخْرِجَنَّ مَنْ قَالَ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ فَأَشْهَدُ عَلَى الْحَسَنِ أَنَّهُ حَدَّثَنَا بِهِ أَنَّهُ سَمِعَ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ أُرَاهُ قَالَ قَبْلَ عِشْرِينَ سَنَةً وَهُوَ يَوْمَئِذٍ جَمِيعٌ ‏.‏

Terjemahan

Telah menceritakan kepada kami [Abu ar-Rabi' al-'Ataki] telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Zaid] telah menceritakan kepada kami [Ma'bad bin Hilal al-'Anazi] -pada jalur lain, telah menceritakan kepada kami [Sa'id bin Manshur] lafad ini adalah darinya, telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Zaid] telah menceritakan kepada kami [Ma'bad bin Hilal al-'Anazi] dia berkata, "Kami pergi menemui [Anas bin Malik], dan kami meminta pertolongan kepada Tsabit, saat sampai di sana ternyata ia sedang melaksanakan shalat dluha. Lalu Tsabit memintakan izin kepada kami sehingga kami pun masuk menemuinya. Anas lalu mengajak Tsabit duduk di tempatnya duduk, kemudian Tsabit berkata kepada Anas, "Wahai Abu Hamzah, sesungguhnya saudara-saudaramu dari penduduk Bashrah meminta kepadamu agar kamu menceritakan kepada mereka tentang hadits syafa'at.' Anas lalu berkata, "Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam telah menceritakan hadits kepada kami, beliau mengatakan: 'Apabila hari kiamat datang, maka manusia berdesak-desakan sebagian dengan sebagian yang lain, lalu mereka mendatangi Adam seraya berkata kepadanya, 'Berilah syafa'at untuk anak-anakmu'. Lalu dia berkata, 'Aku bukan orang yang memiliki hak untuk memberi syafa'at, akan tetapi hendaklah kalian mendatangi Ibrahim Alaihissalam, karena dia adalah kekasih ar-Rahman.' Lalu mereka mendatangi Ibrahim, maka dia pun menjawab, 'Aku bukan orang yang memiliki hak untuk memberi syafa'at, akan tetapi hendaklah kalian mendatangi Musa Alaihissalam, karena ia adalah Kalimullah.' Lalu Musa didatangi, maka dia pun menjawab, 'Aku bukan orang yang memiliki hak untuk memberi syafa'at, akan tetapi hendaklah kalian mendatangi Isa Alaihissalam, karena dia adalah ruh Allah dan Kalimat-Nya. Lalu Isa didatangi, maka dia pun menjawab, 'Aku bukan orang yang memiliki hak untuk memberi syafa'at, akan tetapi hendaklah kalian mendatangi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam'. Lalu Muhammad didatangi. Lalu aku berkata, 'Aku adalah orang yang memiliki hak untuk memberi syafa'at, lalu aku pergi bertolak meminta izin kepada Rabbku, lalu diizinkanlah kepadaku untuk menghadap. Aku berdiri di hadapan-Nya, lalu memuji-Nya dengan pujian yang mana aku tidak tidak mampu mengucapkannya sekarang. Allah telah memberikan ilham kepadaku. Kemudian aku menyungkur sujud kepada-Nya. Lalu dikatakanlah kepadaku: 'Wahai Muhammad, angkatlah kepalamu, dan berkatalah niscaya kamu didengar, mintalah niscaya kamu diberi, mintalah syafa'at niscaya kamu diberi.' Lalu aku berkata, 'Wahai Rabbku, umatku-umatku.' Lalu dikatakanlah, 'Pergilah. Barangsiapa yang di dalam hatinya ada seberat biji gandum atau jewawut dari iman, maka keluarkanlah dia dari neraka! ' Maka aku bertolak pergi dan melakukan perintah-Nya, kemudian kembali menemui Rabbku. Lalu aku memujinya dengan puji-pujian tersebut, kemudian aku menyungkur bersujud kepada-Nya. Lalu dikatakan kepadaku: 'Wahai Muhammad, angkatlah kepalamu, dan berkatalah niscaya kamu didengar, mintalah niscaya kamu diberi, mintalah syafa'at niscaya kamu diberi.' Maka aku berkata, 'Umatku, umatku.' Lalu dikatakanlah kepadaku: 'Pergilah, barangsiapa yang di dalam hatinya ada seberat biji atom dari iman, maka keluarkanlah dia dari nereka.' Lalu aku bertolak pergi dan melakukan perintah-Nya, kemudian aku kembali kepada Rabbku, lalu aku memujinya dengan puji-pujian tersebut, kemudian aku menyungkur bersujud kepada-Nya. Maka dikatakan kepadaku: 'Wahai Muhammad, angkatlah kepalamu, dan berkatalah niscaya kamu didengar, mintalah niscaya kamu diberi, mintalah syafa'at niscaya kamu diberi.' Maka aku berkata, 'Wahai Rabbku, (selamatkanlah) umatku, umatku.' Lalu dikatakanlah kepadaku: 'Pergilah. Barangsiapa yang di hatinya ada sekecil-kecilnya dari sebiji atom iman, maka keluarkanlah dia dari nereka.' Lalu aku bertolak pergi untuk mengerjakan perintah-Nya'." Ini hadits Anas yang mana dia memberitakannya kepada kami. Lalu kami keluar dari sisinya, ketika kami di atas kuburan, maka kami berkata, 'Kalau seandainya kita kembali lurus pada (pendapat) al-Hasan (al-Bashri), lalu kita mengucapkan salam kepadanya sedangkan dia bersembunyi di rumah Abu Khalifah (maka itu lebih selamat) '. Dia berkata lagi, 'Lalu kami mengunjunginya, lalu kami mengucapkan salam kepadanya. Kami berkata, 'Wahai Abu Sa'id, kami datang dari sisi saudaramu, Abu Hamzah, kami belum pernah mendengar semisal hadits yang dia ceritakan kepada kami tentang syafa'at.' Abu Sa'id berkata, 'Apa itu (ceritakanlah kepadaku) '. Lalu kami menceritakan hadits tersebut kepadanya. Maka Abu Sa'id pun berkata, 'Tambahkanlah.' Kami berkata, 'Dia tidak menambahkan apa-apa kepada kami.' Abu Sa'id lalu berkata, 'Dia telah menceritakan kepada kami dua puluh tahun silam, dan dia ketika itu mengumpulkan semua riwayatnya, dan dia telah meninggalkan sebagian. Saya tidak mengetahui apakah syaikh (Anas/Abu Hamzah) telah lupa atau membenci untuk menceritakannya kepada kalian sehingga kalian bergantung kepadaku.' Kami pun berkata, 'Ceritakanlah kepada kami.' Maka Abu Sa'id tertawa seraya membaca: '(Manusia diciptakan (bertabiat) tergesa-gesa) (Qs. Al Anbiya: 37). Tidaklah saya menyebutkan ayat ini kepada kalian melainkan karena saya berkeinginan untuk menceritakannya kepada kalian (hadits tersebut adalah): 'Kemudian aku kembali kepada Rabbku pada keempat kalinya, lalu aku memuji-Nya dengan puji-pujian tersebut, kemudian aku menyungkur sujud. Kemudian dikatakan kepadaku: 'Wahai Muhammad, angkatkan kepalamu, dan berkatalah niscaya kamu didengar, mintalah niscaya kamu diberi, mintalah syafa'at niscaya kamu diberi.' Maka aku berkata, 'Wahai Rabbku, berikanlah izin kepadaku untuk (mengeluarkan dari neraka) orang yang mengucapkan, 'Laa Ilaaha Ilaahu (Tidak ada tuhan (yang berhak disembah) melainkan Allah) '. Allah menjawab: 'Itu bukan hakmu, ' atau 'itu bukan hak yang diberikan kepadamu, akan tetapi demi Keperkasaan-Ku, Kebesaran-Ku, Keagungan-Ku, dan Kekuasaan-Ku, sungguh Aku akan mengeluarkan orang yang mengucapkan, 'Laa Ilaaha Ilaahu (Tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selian Allah) '. Perawi berkata, 'Lalu aku bersaksi atas nama [al-Hasan], bahwa dia telah menceritakannya kepada kami bahwa dia mendengar [Anas bin Malik]. Aku menduga Abu Sa'id berkata, 'Sebelum dua puluh tahun, dan pada waktu itu dia mengumpulkan semua riwayatnya

Sanad (Rantai Perawi)

  1. 1. al-Rasūl Muḥammad ﷺ الرسول محمد ﷺ ()
  2. 2. Ma'bad bin Hilal Al-'Anazi ما'باد بن هيلال ال'انازي ()
  3. 3. Hammad bin Zaid هامماد بن زايد ()
  4. 4. Abu Ar-Rabi' Al-'Ataki أبو ار-رابي' ال'اتاكي ()

Katalog Mukhrij

Status Hukum

Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam kitab Shahihnya dan memiliki derajat kesahihan tertinggi karena disepakati oleh para ulama hadis secara konsensus (ijma') mengenai keotentikan jalur sanad dan kebenaran matannya.

Penilaian Para Muhaddits

Catatan: penilaian tanpa atribusi kitab masih menunggu verifikasi sumber. Buka versi aplikasi interaktif untuk penilaian terverifikasi, takhrij silang, dan perbandingan matan.

Saung Hadis

Kajian silsilah sanad, takhrij riwayat, dan derajat hadis berdasarkan Kutubut Tis‘ah.

Koleksi 9 Kitab Induk (Kutubut Tis‘ah)

Katalog hadis nabawi berdasarkan rujukan thurath mu‘tamad Ahlus Sunnah.

01 7.563 Hadis

Ṣaḥīḥ al-Bukhārī

صَحِيحُ البُخَارِيِّ
Al-Imām al-Bukhārī · w. 256 H

Kitab hadis paling otentik dengan standar ketersambungan sanad dan seleksi rawi terketat.

Buka Kitab →
02 7.500 Hadis

Ṣaḥīḥ Muslim

صَحِيحُ مُسْلِمٍ
Al-Imām Muslim an-Naisābūrī · w. 261 H

Termahsyur dengan sistematika bab tematik dan komparasi redaksi matan presisi.

Buka Kitab →
03 3.956 Hadis

Jāmi‘ at-Tirmidhī

جَامِعُ التِّرْمِذِيِّ
Al-Imām at-Tirmidhī · w. 279 H

Memuat analisis derajat keshahihan hadis dan komparasi pendapat fiqih para ulama.

Buka Kitab →
04 5.274 Hadis

Sunan Abī Dāwud

سُنَنُ أَبِي دَاوُدَ
Al-Imām Abū Dāwud as-Sijistānī · w. 275 H

Rujukan utama hadis-hadis hukum syariat dan landasan istinbāṭ para fuqaha.

Buka Kitab →
05 5.758 Hadis

Sunan an-Nasā’ī

سُنَنُ النَّسَائِيِّ
Al-Imām an-Nasā’ī · w. 303 H

Sangat teliti dalam menguji cacat tersembunyi sanad (‘illat) dan variasi jalur periwayatan.

Buka Kitab →
06 4.341 Hadis

Sunan Ibn Mājah

سُنَنُ ابْنِ مَاجَهْ
Al-Imām Ibn Mājah al-Qazwīnī · w. 273 H

Penutup Kutub as-Sittah dengan faedah matan unik dan susunan bab fiqih yang rapi.

Buka Kitab →
07 1.850 Hadis

Muwaṭṭa’ Mālik

مُوَطَّأُ الإِمَامِ مَالِكٍ
Al-Imām Mālik bin Anas · w. 179 H

Kitab hadis tertua yang memadukan transmisi nabawi otentik dengan amalan ahlul Madinah.

Buka Kitab →
08 27.647 Hadis

Musnad Aḥmad

مُسْنَدُ الإِمَامِ أَحْمَدَ
Al-Imām Aḥmad bin Ḥanbal · w. 241 H

Ensiklopedi hadis akbar yang dikelompokkan secara komprehensif menurut nama sahabat.

Buka Kitab →
09 3.500 Hadis

Sunan ad-Dārimī

سُنَنُ الدَّارِمِيِّ
Al-Imām ad-Dārimī · w. 255 H

Terkenal dengan sanad-sanad ‘ālī (tinggi) serta mukadimah agung seputar adab ilmu.

Buka Kitab →

Penjelajah Kitab Hadis

Telusuri koleksi bab tematik (abwāb) dan seluruh hadis nabawi dari 9 kitab induk terpercaya.

Jelajah Perawi

Telusuri 26.000+ perawi dari 253.000 simpul sanad untuk meninjau riwayat, kitab, dan derajat hadis yang diriwayatkannya.

Menelusuri Sanad…
Menyisir Kutubut Tis‘ah untuk kata kunci Anda

Mulai Pencarian Hadis

Ketik kata kunci potongan hadis atau nama sahabat dalam bahasa Arab maupun terjemahan Indonesia di kolom atas.

Daftar Kajian Anda

Kumpulan hadis yang Anda simpan untuk kajian lebih mendalam, riset, atau hafalan secara persisten.

Tentang & Metodologi Saung Hadis

Prinsip amanah ilmiah, kebijakan Nol-Generasi AI, dan visualisasi silsilah periwayatan hadis nabawi terintegrasi.

Filosofi Nama Saung Hadis

Kata Saung diambil dari bahasa Sunda yang merujuk pada gubuk atau paviliun tradisional sederhana di area persawahan, melambangkan tempat bernaung, beristirahat, dan bertukar ilmu dengan suasana sejuk dan ramah untuk siapa saja.

Sementara Hadis (حديث) merujuk pada segala sabda, perbuatan, ketetapan, maupun persetujuan dari Nabi Muhammad ﷺ yang menjadi pedoman utama umat Islam setelah Al-Qur'an.

Dengan demikian, Saung Hadis didirikan sebagai "tempat bernaung digital" yang nyaman, elegan, dan presisi bagi umat Islam untuk memperdalam keilmuan hadis, memilah ucapan yang orisinal dari Rasulullah ﷺ dengan antarmuka yang bersih layaknya filosofi desain modern.

Metodologi Verifikasi Digital

Saung Hadis memfasilitasi proses verifikasi hadis yang komprehensif melalui langkah-langkah terstruktur:

Tahqīq Matn

Normalisasi Harakat & Ejaan

Membaca input tulisan Arab dengan atau tanpa syakal (harakat) untuk mencari kecocokan tanpa terganggu perbedaan ejaan.

Ittiṣāl as-Sanad

Peta Silsilah Rantai Transmisi

Merangkai daftar perawi ke dalam bagan pohon transmisi genealogis untuk mendeteksi keterhubungan mata rantai secara visual.

Jarḥ wa Ta‘dīl

Kredibilitas Rawi Mu‘tamad

Memberikan label status terverifikasi (Tsiqah, Shaduq, Dhaif, dll) berdasarkan konsensus ulama Jarh wa Ta'dil terkemuka.

Takhrīj Induk

Konsolidasi Kutubut Tis‘ah

Menghubungkan hadis dengan kitab-kitab induk orisinal (Kutubut Tis‘ah) beserta nomor hadis dan takhrīj mu‘tamad dari ulama turāts.

Amanah Ilmiah & Orisinalitas Turats

Kebijakan Zero-Generation AI (Nol-Generasi AI)

Dalam memfasilitasi kajian hadis nabawi, Saung Hadis memegang komitmen mutlak untuk TIDAK PERNAH menggunakan Large Language Model (LLM) ataupun kecerdasan buatan generatif (Gen-AI) untuk merangkai matan hadis, mengarang silsilah sanad, merekayasa biografi perawi, menerjemahkan sabda nabi secara sintesis, maupun menetapkan hukum derajat hadis.

1. Integritas Naskah Turats

Seluruh naskah teks Arab dan terjemahan bersumber 100% dari korpus digital kitab induk mu'tamad (Kutubut Tis'ah) yang telah melalui proses tahqiq ulama.

2. Perlindungan dari Halusinasi AI

Teknologi komputasi (Web Worker, FTS, IndexedDB) hanya difungsikan sebagai mesin indeks & pencarian cepat tanpa mengubah karakter orisinal hadis.

3. Mekanisme Pelaporan Transparan

Tersedia opsi "Laporkan Koreksi / Typo" pada setiap hadis guna memfasilitasi audit tashif/tahrif publik bersama para asatidz dan penuntut ilmu.

Istilah Penting Hadis

صحيح Ṣaḥīḥ
Hadis bersambung sanadnya, diriwayatkan oleh perawi adil dan tsiqah dari awal hingga akhir, bebas dari syadz (janggal) maupun 'illat (cacat).
حسن Ḥasan
Hadis yang sanadnya bersambung dengan perawi adil namun kekokohan hafalannya berada sedikit di bawah derajat sahih.
ضعيف Ḍa‘īf
Hadis yang kehilangan satu atau lebih syarat diterimanya sebagai hadis sahih maupun hasan (lemah perawi atau terputusnya sanad).
موضوع Mawḍū‘
Klaim palsu atas sabda nabi yang dikarang secara sengaja. Haram menyebarluaskannya kecuali untuk menerangkan kepalsuannya.
سند Sanad
Rantai periwayatan atau silsilah orang-orang yang menyampaikan hadis dari nabi hingga penulis kitab hadis.
متن Matan
Redaksi kalimat atau isi teks hadis yang terletak di ujung akhir dari rantai periwayatan sanad.