← Beranda Saung Hadis

Hadis dari Abu Dawud No. 3055

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ عَبْدَةَ حَدَّثَنَا عَمَّارُ بْنُ شُعَيْثِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الزُّبَيْبِ الْعَنْبَرِيُّ حَدَّثَنِي أَبِي قَالَ سَمِعْتُ جَدِّي الزُّبَيْبَ يَقُولُبَعَثَ نَبِيُّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جَيْشًا إِلَى بَنِي الْعَنْبَرِ فَأَخَذُوهُمْ بِرُكْبَةَ مِنْ نَاحِيَةِ الطَّائِفِ فَاسْتَاقُوهُمْ إِلَى نَبِيِّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَرَكِبْتُ فَسَبَقْتُهُمْ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقُلْتُ السَّلَامُ عَلَيْكَ يَا نَبِيَّ اللَّهِ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ أَتَانَا جُنْدُكَ فَأَخَذُونَا وَقَدْ كُنَّا أَسْلَمْنَا وَخَضْرَمْنَا آذَانَ النَّعَمِ فَلَمَّا قَدِمَ بَلْعَنْبَرِ قَالَ لِي نَبِيُّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هَلْ لَكُمْ بَيِّنَةٌ عَلَى أَنَّكُمْ أَسْلَمْتُمْ قَبْلَ أَنْ تُؤْخَذُوا فِي هَذِهِ الْأَيَّامِ قُلْتُ نَعَمْ قَالَ مَنْ بَيِّنَتُكَ قُلْتُ سَمُرَةُ رَجُلٌ مِنْ بَنِي الْعَنْبَرِ وَرَجُلٌ آخَرُ سَمَّاهُ لَهُ فَشَهِدَ الرَّجُلُ وَأَبَى سَمُرَةُ أَنْ يَشْهَدَ فَقَالَ نَبِيُّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدْ أَبَى أَنْ يَشْهَدَ لَكَ فَتَحْلِفُ مَعَ شَاهِدِكَ الْآخَرِ قُلْتُ نَعَمْ فَاسْتَحْلَفَنِي فَحَلَفْتُ بِاللَّهِ لَقَدْ أَسْلَمْنَا يَوْمَ كَذَا وَكَذَا وَخَضْرَمْنَا آذَانَ النَّعَمِ فَقَالَ نَبِيُّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اذْهَبُوا فَقَاسِمُوهُمْ أَنْصَافَ الْأَمْوَالِ وَلَا تَمَسُّوا ذَرَارِيَّهُمْ لَوْلَا أَنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ ضَلَالَةَ نَمَل مَا رَزَيْنَاكُمْ عِقَالًا قَالَ الزُّبَيْبُ فَدَعَتْنِي أُمِّي فَقَالَتْ هَذَا الرَّجُلُ أَخَذَ زِرْبِيَّتِي فَانْصَرَفْتُ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَعْنِي فَأَخْبَرْتُهُ فَقَالَ لِي احْبِسْهُ فَأَخَذْتُ بِتَلْبِيبِهِ وَقُمْتُ مَعَهُ مَكَانَنَا ثُمَّ نَظَرَ إِلَيْنَا نَبِيُّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَائِمَيْنِ فَقَالَ مَا تُرِيدُ بِأَسِيرِكَ فَأَرْسَلْتُهُ مِنْ يَدِي فَقَامَ نَبِيُّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ لِلرَّجُلِ رُدَّ عَلَى هَذَا زِرْبِيَّةَ أُمِّهِ الَّتِي أَخَذْتَ مِنْهَا فَقَالَ يَا نَبِيَّ اللَّهِ إِنَّهَا خَرَجَتْ مِنْ يَدِي قَالَ فَاخْتَلَعَ نَبِيُّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَيْفَ الرَّجُلِ فَأَعْطَانِيهِ وَقَالَ لِلرَّجُلِ اذْهَبْ فَزِدْهُ آصُعًا مِنْ طَعَامٍ قَالَ فَزَادَنِي آصُعًا مِنْ شَعِيرٍ

Terjemahan

Telah menceritakan kepada kami [Ahmad bin 'Abdah] telah menceritakan kepada kami ['Ammar bin Syu'aib bin Abdullah bin Az Zubaib Al 'Anbari] telah menceritakan kepadaku [Ayahku] ia berkata; aku mendengar kakekku [Az Zubaib] berkata, "Nabi Allah shallallahu 'alaihi wasallam mengutus sepasukan menuju Bani Al 'Anbar, lalu pasukan tersebut menyerang mereka di Rukbah (bukit di Thaif) dari arah Thaif, pasukan itu kemudian menggiringnya menemui Nabi Allah shallallahu 'alaihi wasallam. Aku lantas mengendarai kuda dan mendahului mereka menuju Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, dan aku ucapkan 'As salamu 'alaika wa rahmatullahi wa barakatuh wahai Nabi Allah! Pasukan anda telah datang dan menyerang kami, padahal kami telah masuk Islam dan telah memotong ujung telinga hewan-hewan ternak kami." Kemudian tatkala sampai di Bal'anbar Nabi Allah shallallahu 'alaihi wasallam berkata kepadaku: "Apakah kalian memiliki bukti bahwa kalian telah masuk Islam sebelum diserang pada beberapa hari ini?" Aku katakan, "Ya." Beliau bertanya: "Siapakah yang bisa menjadi saksi untukmu?" Aku katakan, "Samurah, seorang laki-laki dari Bani Al 'Anbar." Dan seorang laki-laki lain yang ia sebutkan. Kemudian laki-laki tersebut bersaksi sementara Samurah menolak untuk bersaksi. Nabi Allah shallallahu 'alaihi wasallam kemudian bersabda: "Ia enggan bersaksi untukmu, maka engkau bisa bersumpah bersama saksimu yang lain." Aku katakan, "Ya." Lalu beliau memintaku untuk bersumpah, maka aku bersumpah dengan nama Allah, 'Sungguh kami telah masuk Islam pada hari ini dan ini, dan kami telah memotong ujung telinga hewan-hewan ternak. ' Kemudian Nabi Allah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Pergilah kalian dan bagilah untuk mereka separuh harta tersebut dan jangan kalian sentuh keturunan-keturunan mereka! Seandainya Allah tidak membenci hilangnya suatu amal maka kami tidak akan mengurangi kalian satu 'Iqalpun (tali unta)." Az Zubaib berkata, "Kemudian ibuku memanggilku dan berkata, "Orang ini telah mengambil permadaniku." Lalu aku pergi menemui Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan mengabarkan hal tersebut, beliau pun berkata: "Tahanlah dia!" Lalu aku cengkeram bajunya, dan aku berdiri bersamanya di tempat kami. Kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wasallam melihat kepada kami dalam keadaan berdiri, lalu beliau bersabda: "Apa yang engkau kehendaki dengan tawananmu?" Lalu aku melepaskannya, kemudian Nabi Allah shallallahu 'alaihi wasallam berdiri dan berkata kepada orang tersebut: "Kembalikan kepada orang ini permadani milik ibunya yang telah engkau ambil!" Orang tersebut berkata, "Wahai Nabi Allah, sesungguhnya permadani tersebut telah hilang dari tanganku." Az Zubaib berkata, "Kemudian Nabi Allah shallallahu 'alaihi wasallam melepas pedang laki-laki tersebut dan memberikannya kepadaku, kemudian beliau berkata kepada laki-laki itu: "Pergi dan tambahlah beberapa sha' makanan!" Az Zubaib berkata, "Kemudian laki-laki itu menambahku beberapa sha' gandum."

Sanad (Rantai Perawi)

  1. 1. al-Rasūl Muḥammad ﷺ الرسول محمد ﷺ ()
  2. 2. Aḥmadu bin ʻAbdata أَحْمَدُ بْنُ عَبْدَةَ ()
  3. 3. ʻAmaaāru bin Shuʻaythi bin ʻAbdi Allaahi bin Alzuubaybi Alʻanbarīuu عَمَّارُ بْنُ شُعَيْثِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الزُّبَيْبِ الْعَنْبَرِيُّ ()
  4. 4. Shuʻaythu bin ʻAbdi Allaahi bin Alzuubaybi شُعَيْثُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الزُّبَيْبِ ()
  5. 5. Alzuubaybu الزُّبَيْبُ ()

Katalog Mukhrij

Status Hukum

Hadis ini berstatus ṣaḥīḥ (sahih). Diriwayatkan dalam Abu Dawud No. 3055. Sanad terdiri dari 5 tingkatan periwayat. Rantai sanad tersambung (muttashil) hingga Rasulullah ﷺ. Periwayat pertamanya (dari kalangan sahabat) adalah Alzuubaybu. Penilaian ini sejalan dengan pandangan al-Imām al-Albānī; al-Muḥaddithūn (Para Ulama Hadis). Kandungannya: Hadits ini dinilai sahih oleh muhadditsin. Hadits ini shahih, diriwayatkan dengan sanad yang bersambung (muttashil) dan ….

Penilaian Para Muhaddits

Catatan: penilaian tanpa atribusi kitab masih menunggu verifikasi sumber. Buka versi aplikasi interaktif untuk penilaian terverifikasi, takhrij silang, dan perbandingan matan.

Saung Hadis

Kajian silsilah sanad, takhrij riwayat, dan derajat hadis berdasarkan Kutubut Tis‘ah.

Koleksi 9 Kitab Induk (Kutubut Tis‘ah)

Katalog hadis nabawi berdasarkan rujukan thurath mu‘tamad Ahlus Sunnah.

01 7.563 Hadis

Ṣaḥīḥ al-Bukhārī

صَحِيحُ البُخَارِيِّ
Al-Imām al-Bukhārī · w. 256 H

Kitab hadis paling otentik dengan standar ketersambungan sanad dan seleksi rawi terketat.

Buka Kitab →
02 7.500 Hadis

Ṣaḥīḥ Muslim

صَحِيحُ مُسْلِمٍ
Al-Imām Muslim an-Naisābūrī · w. 261 H

Termahsyur dengan sistematika bab tematik dan komparasi redaksi matan presisi.

Buka Kitab →
03 3.956 Hadis

Jāmi‘ at-Tirmidhī

جَامِعُ التِّرْمِذِيِّ
Al-Imām at-Tirmidhī · w. 279 H

Memuat analisis derajat keshahihan hadis dan komparasi pendapat fiqih para ulama.

Buka Kitab →
04 5.274 Hadis

Sunan Abī Dāwud

سُنَنُ أَبِي دَاوُدَ
Al-Imām Abū Dāwud as-Sijistānī · w. 275 H

Rujukan utama hadis-hadis hukum syariat dan landasan istinbāṭ para fuqaha.

Buka Kitab →
05 5.758 Hadis

Sunan an-Nasā’ī

سُنَنُ النَّسَائِيِّ
Al-Imām an-Nasā’ī · w. 303 H

Sangat teliti dalam menguji cacat tersembunyi sanad (‘illat) dan variasi jalur periwayatan.

Buka Kitab →
06 4.341 Hadis

Sunan Ibn Mājah

سُنَنُ ابْنِ مَاجَهْ
Al-Imām Ibn Mājah al-Qazwīnī · w. 273 H

Penutup Kutub as-Sittah dengan faedah matan unik dan susunan bab fiqih yang rapi.

Buka Kitab →
07 1.850 Hadis

Muwaṭṭa’ Mālik

مُوَطَّأُ الإِمَامِ مَالِكٍ
Al-Imām Mālik bin Anas · w. 179 H

Kitab hadis tertua yang memadukan transmisi nabawi otentik dengan amalan ahlul Madinah.

Buka Kitab →
08 27.647 Hadis

Musnad Aḥmad

مُسْنَدُ الإِمَامِ أَحْمَدَ
Al-Imām Aḥmad bin Ḥanbal · w. 241 H

Ensiklopedi hadis akbar yang dikelompokkan secara komprehensif menurut nama sahabat.

Buka Kitab →
09 3.500 Hadis

Sunan ad-Dārimī

سُنَنُ الدَّارِمِيِّ
Al-Imām ad-Dārimī · w. 255 H

Terkenal dengan sanad-sanad ‘ālī (tinggi) serta mukadimah agung seputar adab ilmu.

Buka Kitab →

Penjelajah Kitab Hadis

Telusuri koleksi bab tematik (abwāb) dan seluruh hadis nabawi dari 9 kitab induk terpercaya.

Jelajah Perawi

Telusuri 26.000+ perawi dari 253.000 simpul sanad untuk meninjau riwayat, kitab, dan derajat hadis yang diriwayatkannya.

Menelusuri Sanad…
Menyisir Kutubut Tis‘ah untuk kata kunci Anda

Mulai Pencarian Hadis

Ketik kata kunci potongan hadis atau nama sahabat dalam bahasa Arab maupun terjemahan Indonesia di kolom atas.

Daftar Kajian Anda

Kumpulan hadis yang Anda simpan untuk kajian lebih mendalam, riset, atau hafalan secara persisten.

Tentang & Metodologi Saung Hadis

Prinsip amanah ilmiah, kebijakan Nol-Generasi AI, dan visualisasi silsilah periwayatan hadis nabawi terintegrasi.

Filosofi Nama Saung Hadis

Kata Saung diambil dari bahasa Sunda yang merujuk pada gubuk atau paviliun tradisional sederhana di area persawahan, melambangkan tempat bernaung, beristirahat, dan bertukar ilmu dengan suasana sejuk dan ramah untuk siapa saja.

Sementara Hadis (حديث) merujuk pada segala sabda, perbuatan, ketetapan, maupun persetujuan dari Nabi Muhammad ﷺ yang menjadi pedoman utama umat Islam setelah Al-Qur'an.

Dengan demikian, Saung Hadis didirikan sebagai "tempat bernaung digital" yang nyaman, elegan, dan presisi bagi umat Islam untuk memperdalam keilmuan hadis, memilah ucapan yang orisinal dari Rasulullah ﷺ dengan antarmuka yang bersih layaknya filosofi desain modern.

Metodologi Verifikasi Digital

Saung Hadis memfasilitasi proses verifikasi hadis yang komprehensif melalui langkah-langkah terstruktur:

Tahqīq Matn

Normalisasi Harakat & Ejaan

Membaca input tulisan Arab dengan atau tanpa syakal (harakat) untuk mencari kecocokan tanpa terganggu perbedaan ejaan.

Ittiṣāl as-Sanad

Peta Silsilah Rantai Transmisi

Merangkai daftar perawi ke dalam bagan pohon transmisi genealogis untuk mendeteksi keterhubungan mata rantai secara visual.

Jarḥ wa Ta‘dīl

Kredibilitas Rawi Mu‘tamad

Memberikan label status terverifikasi (Tsiqah, Shaduq, Dhaif, dll) berdasarkan konsensus ulama Jarh wa Ta'dil terkemuka.

Takhrīj Induk

Konsolidasi Kutubut Tis‘ah

Menghubungkan hadis dengan kitab-kitab induk orisinal (Kutubut Tis‘ah) beserta nomor hadis dan takhrīj mu‘tamad dari ulama turāts.

Amanah Ilmiah & Orisinalitas Turats

Kebijakan Zero-Generation AI (Nol-Generasi AI)

Dalam memfasilitasi kajian hadis nabawi, Saung Hadis memegang komitmen mutlak untuk TIDAK PERNAH menggunakan Large Language Model (LLM) ataupun kecerdasan buatan generatif (Gen-AI) untuk merangkai matan hadis, mengarang silsilah sanad, merekayasa biografi perawi, menerjemahkan sabda nabi secara sintesis, maupun menetapkan hukum derajat hadis.

1. Integritas Naskah Turats

Seluruh naskah teks Arab dan terjemahan bersumber 100% dari korpus digital kitab induk mu'tamad (Kutubut Tis'ah) yang telah melalui proses tahqiq ulama.

2. Perlindungan dari Halusinasi AI

Teknologi komputasi (Web Worker, FTS, IndexedDB) hanya difungsikan sebagai mesin indeks & pencarian cepat tanpa mengubah karakter orisinal hadis.

3. Mekanisme Pelaporan Transparan

Tersedia opsi "Laporkan Koreksi / Typo" pada setiap hadis guna memfasilitasi audit tashif/tahrif publik bersama para asatidz dan penuntut ilmu.

Istilah Penting Hadis

صحيح Ṣaḥīḥ
Hadis bersambung sanadnya, diriwayatkan oleh perawi adil dan tsiqah dari awal hingga akhir, bebas dari syadz (janggal) maupun 'illat (cacat).
حسن Ḥasan
Hadis yang sanadnya bersambung dengan perawi adil namun kekokohan hafalannya berada sedikit di bawah derajat sahih.
ضعيف Ḍa‘īf
Hadis yang kehilangan satu atau lebih syarat diterimanya sebagai hadis sahih maupun hasan (lemah perawi atau terputusnya sanad).
موضوع Mawḍū‘
Klaim palsu atas sabda nabi yang dikarang secara sengaja. Haram menyebarluaskannya kecuali untuk menerangkan kepalsuannya.
سند Sanad
Rantai periwayatan atau silsilah orang-orang yang menyampaikan hadis dari nabi hingga penulis kitab hadis.
متن Matan
Redaksi kalimat atau isi teks hadis yang terletak di ujung akhir dari rantai periwayatan sanad.