← Beranda Saung Hadis
Hadis dari Ahmad No. 3009
حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ حَدَّثَنَا أَبِي عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِسْحَاقَ حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أَبِي بَكْرِ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرِو بْنِ حَزْمٍ عَنْ يَحْيَى بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ سَعْدِ بْنِ زُرَارَةَ عَنْ عُمَارَةَ بْنِ عَمْرِو بْنِ حَزْمٍ عَنْ أُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ قَالَبَعَثَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُصَدِّقًا عَلَى بَلِيٍّ وَعُذْرَةَ وَجَمِيعِ بَنِي سَعْدٍ وَهُذَيْمِ بْنِ قُضَاعَةَ قَالَ أَبِي وَقَالَ يَعْقُوبُ فِي مَوْضِعٍ آخَرَ مِنْ قُضَاعَةَ قَالَ فَصَدَّقْتُهُمْ حَتَّى مَرَرْتُ بِآخِرِ رَجُلٍ مِنْهُمْ وَكَانَ مَنْزِلُهُ وَبَلَدُهُ مِنْ أَقْرَبِ مَنَازِلِهِمْ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِالْمَدِينَةِ قَالَ فَلَمَّا جَمَعَ إِلَيَّ مَالَهُ لَمْ أَجِدْ عَلَيْهِ فِيهَا إِلَّا ابْنَةَ مَخَاضٍ يَعْنِي فَأَخْبَرْتُهُ أَنَّهَا صَدَقَتُهُ قَالَ فَقَالَ ذَاكَ مَا لَا لَبَنَ فِيهِ وَلَا ظَهْرَ وَايْمُ اللَّهِ مَا قَامَ فِي مَالِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَلَا رَسُولٌ لَهُ قَطُّ قَبْلَكَ وَمَا كُنْتُ لِأُقْرِضَ اللَّهَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى مِنْ مَالِي مَا لَا لَبَنَ فِيهِ وَلَا ظَهْرَ وَلَكِنْ هَذِهِ نَاقَةٌ فَتِيَّةٌ سَمِينَةٌ فَخُذْهَا قَالَ فَقُلْتُ لَهُ مَا أَنَا بِآخِذٍ مَا لَمْ أُومَرْ بِهِ فَهَذَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْكَ قَرِيبٌ فَإِنْ أَحْبَبْتَ أَنْ تَأْتِيَهُ فَتَعْرِضَ عَلَيْهِ مَا عَرَضْتَ عَلَيَّ فَافْعَلْ فَإِنْ قَبِلَهُ مِنْكَ قَبِلَهُ وَإِنْ رَدَّهُ عَلَيْكَ رَدَّهُ قَالَ فَإِنِّي فَاعِلٌ قَالَ فَخَرَجَ مَعِي وَخَرَجَ بِالنَّاقَةِ الَّتِي عَرَضَ عَلَيَّ حَتَّى قَدِمْنَا عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ فَقَالَ لَهُ يَا نَبِيَّ اللَّهِ أَتَانِي رَسُولُكَ لِيَأْخُذَ مِنِّي صَدَقَةَ مَالِي وَايْمُ اللَّهِ مَا قَامَ فِي مَالِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَلَا رَسُولٌ لَهُ قَطُّ قَبْلَهُ فَجَمَعْتُ لَهُ مَالِي فَزَعَمَ أَنَّ عَلَيَّ فِيهِ ابْنَةَ مَخَاضٍ وَذَلِكَ مَا لَا لَبَنَ فِيهِ وَلَا ظَهْرَ وَقَدْ عَرَضْتُ عَلَيْهِ نَاقَةً فَتِيَّةً سَمِينَةً لِيَأْخُذَهَا فَأَبَى عَلَيَّ ذَلِكَ وَقَالَ هَا هِيَ هَذِهِ قَدْ جِئْتُكَ بِهَا يَا رَسُولَ اللَّهِ خُذْهَا قَالَ فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَلِكَ الَّذِي عَلَيْكَ فَإِنْ تَطَوَّعْتَ بِخَيْرٍ قَبِلْنَاهُ مِنْكَ وَآجَرَكَ اللَّهُ فِيهِ قَالَ فَهَا هِيَ ذِهْ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَدْ جِئْتُكَ بِهَا فَخُذْهَا قَالَ فَأَمَرَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِقَبْضِهَا وَدَعَا لَهُ فِي مَالِهِ بِالْبَرَكَةِحَدَّثَنَا عَبْد اللَّهِ حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا وَهْبُ بْنُ جَرِيرٍ حَدَّثَنَا أَبِي قَالَ سَمِعْتُ مُحَمَّدَ بْنَ إِسْحَاقَ يُحَدِّثُ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي بَكْرٍ عَنْ يَحْيَى بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ عُمَارَةَ بْنِ حَزْمٍ حَدَّثَنِي أُبَيُّ بْنُ كَعْبٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَعَثَهُ مُصَدِّقًا فَذَكَرَ نَحْوَ حَدِيثِ أُبَيٍّ وَزَادَ فِيهِ قَالَ عُمَارَةُ وَقَدْ وُلِّيتُ صَدَقَاتِهِمْ فِي زَمَنِ مُعَاوِيَةَ فَأَخَذْتُ مِنْ ذَلِكَ الرَّجُلِ ثَلَاثِينَ حِقَّةً لِأَلْفٍ وَخَمْسِ مِائَةِ بَعِيرٍ عَلَيْهِ
Terjemahan
Telah menceritakan kepada kami [Ya'qub] telah menceritakan kepada kami [Ayahku] dari [Muhammad bin Ishaq] telah menceritakan kepadaku [Abdullah bin Abu Bakar bin Muhammad bin Amru bin Hazam] dari [Yahya bin Abdullah bin Abdurrahman bin Sa'ad bin Zurarah] dari ['Umarah bin Amru bin Hazam] dari [Ubay bin Ka'b] dia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah mengutusku sebagai petugas pengumpul Zakat kepada kabilah Bali, 'Udzrah, seluruh Bani Sa'ad dan Hudzaim bin Qudla'ah." Abdullah berkata, Bapakku berkata, "Dalam riwayat yang lain [Ya'qub] menyebutkan, "dari Qudla'ah." Ubay melanjutkan, "Maka aku pungut zakat dari mereka semuanya hingga giliran orang yang terakhir dari mereka yang kediamannya paling dekat dengan rumah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam di Madinah." Ubay berkata, "Maka selesai ia kumpulkan semua hartanya kepadaku, ternyata aku tidak mendapatkan sesuatu yang bisa aku ambil sebagai zakat kecuali unta betina yang masuk umur dua tahun, kemudian aku sampaikan kepadanya bahwa unta tersebutlah yang aku jadikan sebagai zakat." Ubay melanjutkan, "Kemudian orang itu berkata, "Unta itu tidak mengeluarkan susu dan tidak bisa di tunggangi sebagai kendaraan, demi Allah tidak pernah sama sekali Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam maupun utusannya sebelum kamu memungut zakat dari hartaku, dan aku tidak akan memberikan hartaku kepada Allah Tabaaraka Wa Ta'ala dan Rasul-Nya dengan unta yang tidak mengeluarkan susu dan tidak dapat ditunggangi, akan tetapi ini ada unta yang kekar dan gemuk maka ambillah (sebagai zakat)!" Lanjut Ubay, "Kemudian aku berkata, "Saya tidak akan mengambilnya selama saya tidak diperintahkan untuk memungutnya, Rasulullah tinggal dekat denganmu jika kamu suka menemuinya maka tawarkanlah kepada beliau apa yang kamu tawarkan kepadaku, jika beliau menerima darimu maka akan diterima dan jika beliau menolak maka akan ditolak." Ubay berkata, "Maka aku melakukannya dan dia keluar bersamaku dengan memmbawa unta yang ditawarkan kepadaku sampai kami tiba menemui Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Kemudian ia berkata kepada beliau, "Wahai Nabiyallah, telah datang utusanmu kepadaku untuk memungut zakat dari hartaku, demi Allah tidak pernah sama sekali Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam maupun utusannya sebelum dia yang memungut dari hartaku, maka aku kumpulkan hartaku kepadanya, kemudian dia menganggap bahwa zakat yang harus dikeluarkan dari hartaku adalah anak unta betina yang masuk umur dua tahun, padahal unta tersebut tidak mengeluarkan susu dan tidak dapat ditunggangi sebagai kendaraan. Dan saya telah tawarkan kepadanya agar mengambil seekor unta yang kekar dan gemuk namun dia menolakku." Laki-laki itu lalu berkata, "Wahai Rasulullah, inilah untanya, silahkah engkau ambil, aku membawakannya untukmu." Ubay berkata, "Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda kepadanya: "Itulah (anak unta betina umur dua tahun) yang wajib bagimu dan jika kamu memberikan tambahan yang lebih baik maka kami menerimanya dan semoga Allah memberimu balasan pahala." Laki-laki itu berkata, "Inilah wahai Rasulullah aku telah datangkan kepadamu maka ambillah dia!" Ubay berkata, "Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memerintahkan untuk menerimanya dan beliau mendoakan keberkahan dalam hartanya." Telah menceritakan kepada kami Abdullah dia berkata telah menceritakan kepadaku [Muhammad bin Basyysar] dia berkata, telah menceritakan kepada kami [Wahab bin Jarir] dia berkata, telah menceritakan kepada kami [Bapakku] dia berkata, aku mendengar [Muhammad bin Ishaq] menceritakan dari [Abdullah bin Abu Bakar] dari [Yahya bin Abdullah] dari [Umarah bin Hazm] dia berkata, telah menceritakan kepadaku [Ubay bin Ka'b], bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengutusnya sebagai petugas pemungut zakat… kemudian dia menyebutkan hadits yang semakna dengan hadits Ubay. Lalu ia menambahkan di dalamnya, "Umarah berkata, "Sungguh aku telah diangkat sebagai petugas zakat pada masa pemerintahan Mu'awiyah, lalu aku mengambil dari laki-laki itu tiga puluh ekor unta betina yang berumur empat tahun dari seribu lima ratus ekor unta yang dia miliki."
Sanad (Rantai Perawi)
- 1. al-Rasūl Muḥammad ﷺ الرسول محمد ﷺ ()
- 2. Ya'qub يا'قوب ()
- 3. Ayahku اياهكو ()
- 4. Yahya bin Abdullah bin Abdurrahman bin Sa'ad bin Zurarah ()
- 5. 'Umarah bin Amru bin Hazam ()
- 6. Ubay bin Ka'b وباي بن كا'ب ()
- 7. Ya'qub يا'قوب ()
- 8. Wahab bin Jarir واهاب بن جارير ()
- 9. Bapakku باباككو ()
- 10. Abdullah bin Abu Bakar ابدوللاه بن أبو باكار ()
- 11. Yahya bin Abdullah ياهيا بن ابدوللاه ()
- 12. Umarah bin Hazm ()
- 13. Ubay bin Ka'b وباي بن كا'ب ()
Katalog Mukhrij
Status Hukum
Hadis ini berstatus ṣaḥīḥ (sahih). Diriwayatkan dalam Ahmad No. 3009. Sanad terdiri dari 13 tingkatan periwayat. Rantai sanad tersambung (muttashil) hingga Rasulullah ﷺ. Periwayat pertamanya (dari kalangan sahabat) adalah Abdullah bin Abu Bakar bin Muhammad bin Amru bin Hazam. Penilaian ini sejalan dengan pandangan al-Imām al-Albānī; al-Muḥaddithūn (Para Ulama Hadis). Kandungannya: Hadits ini dinilai sahih oleh muhadditsin. Hadits ini shahih, diriwayatkan dengan sanad yang bersambung (muttashil) dan ….
Penilaian Para Muhaddits
- al-Imām al-Albānī: Shahih - Hadis ini shahih menurut para ulama hadis. [sumber: belum terverifikasi]
- al-Muḥaddithūn (Para Ulama Hadis): Shahih - Diriwayatkan dan dinilai shahih oleh para ulama hadis. [sumber: belum terverifikasi]
Catatan: penilaian tanpa atribusi kitab masih menunggu verifikasi sumber.
Buka versi aplikasi interaktif untuk penilaian terverifikasi, takhrij silang, dan perbandingan matan.
Saung Hadis
Kajian silsilah sanad, takhrij riwayat, dan derajat hadis berdasarkan Kutubut Tis‘ah.
01
7.563 Hadis
01
Ṣaḥīḥ al-Bukhārī
صَحِيحُ البُخَارِيِّ
Al-Imām al-Bukhārī · w. 256 H
Kitab hadis paling otentik dengan standar ketersambungan sanad dan seleksi rawi terketat.
02
7.500 Hadis
02
Ṣaḥīḥ Muslim
صَحِيحُ مُسْلِمٍ
Al-Imām Muslim an-Naisābūrī · w. 261 H
Termahsyur dengan sistematika bab tematik dan komparasi redaksi matan presisi.
03
3.956 Hadis
03
Jāmi‘ at-Tirmidhī
جَامِعُ التِّرْمِذِيِّ
Al-Imām at-Tirmidhī · w. 279 H
Memuat analisis derajat keshahihan hadis dan komparasi pendapat fiqih para ulama.
04
5.274 Hadis
04
Sunan Abī Dāwud
سُنَنُ أَبِي دَاوُدَ
Al-Imām Abū Dāwud as-Sijistānī · w. 275 H
Rujukan utama hadis-hadis hukum syariat dan landasan istinbāṭ para fuqaha.
05
5.758 Hadis
05
Sunan an-Nasā’ī
سُنَنُ النَّسَائِيِّ
Al-Imām an-Nasā’ī · w. 303 H
Sangat teliti dalam menguji cacat tersembunyi sanad (‘illat) dan variasi jalur periwayatan.
06
4.341 Hadis
06
Sunan Ibn Mājah
سُنَنُ ابْنِ مَاجَهْ
Al-Imām Ibn Mājah al-Qazwīnī · w. 273 H
Penutup Kutub as-Sittah dengan faedah matan unik dan susunan bab fiqih yang rapi.
07
1.850 Hadis
07
Muwaṭṭa’ Mālik
مُوَطَّأُ الإِمَامِ مَالِكٍ
Al-Imām Mālik bin Anas · w. 179 H
Kitab hadis tertua yang memadukan transmisi nabawi otentik dengan amalan ahlul Madinah.
08
27.647 Hadis
08
Musnad Aḥmad
مُسْنَدُ الإِمَامِ أَحْمَدَ
Al-Imām Aḥmad bin Ḥanbal · w. 241 H
Ensiklopedi hadis akbar yang dikelompokkan secara komprehensif menurut nama sahabat.
09
3.500 Hadis
09
Sunan ad-Dārimī
سُنَنُ الدَّارِمِيِّ
Al-Imām ad-Dārimī · w. 255 H
Terkenal dengan sanad-sanad ‘ālī (tinggi) serta mukadimah agung seputar adab ilmu.