← Beranda Saung Hadis
Hadis dari Bukhari No. 4019
حَدَّثَنِي إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُوسَى حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ يُوسُفَ أَنَّ ابْنَ جُرَيْجٍ أَخْبَرَهُمْ عَنْ ابْنِ أَبِي مُلَيْكَةَ أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ الزُّبَيْرِ أَخْبَرَهُمْأَنَّهُ قَدِمَ رَكْبٌ مِنْ بَنِي تَمِيمٍ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ أَبُو بَكْرٍ أَمِّرْ الْقَعْقَاعَ بْنَ مَعْبَدِ بْنِ زُرَارَةَ قَالَ عُمَرُ بَلْ أَمِّرْ الْأَقْرَعَ بْنَ حَابِسٍ قَالَ أَبُو بَكْرٍ مَا أَرَدْتَ إِلَّا خِلَافِي قَالَ عُمَرُ مَا أَرَدْتُ خِلَافَكَ فَتَمَارَيَا حَتَّى ارْتَفَعَتْ أَصْوَاتُهُمَا فَنَزَلَ فِي ذَلِكَ{ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُقَدِّمُوا }حَتَّى انْقَضَتْ
Terjemahan
Telah menceritakan kepadaku [Ibrahim bin Musa] Telah menceritakan kepada kami [Hisyam bin Yusuf] bahwa [Ibnu Juraij] Telah mengabarkan kepada mereka dari [Ibnu Abu Mulaikah] bahwa ['Abdullah bin Az Zubair] telah mengabarkan kepada mereka; Serombongan dari bani Tamim datang kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, Abu Bakar berkata, "Angkatlah Al Qa'qa' bin Ma'bad bin Zurarah." Sedangkan Umar radliallahu 'anhu berkata, "Angkatlah Al Aqra' bin Habis." Abu Bakr berkata; 'Apakah kamu ingin menyelisihiku? ' Umar menjawab; 'Ya, aku ingin menyelisihimu.' Maka terjadilah perdebatan antara keduanya hingga suara mereka meninggi. Maka berkenaan dengan hal itu turunlah ayat: 'Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahului Allah dan Rasulnya dan bertakwalah kepada Allah' hingga akhir ayat. (QS. Alhujurat ayat 1).
Sanad (Rantai Perawi)
- 1. al-Rasūl Muḥammad ﷺ الرسول محمد ﷺ ()
- 2. 'Abdullah bin Az Zubair 'ابدوللاه بن از زوباير ()
- 3. Ibnu Abu Mulaikah ابن أبو مولايكاه ()
- 4. Ibnu Juraij ابن جورايج ()
- 5. Hisyam bin Yusuf هيشام بن يوسوف ()
- 6. Ibrahim bin Musa يبراهيم بن موسا ()
Katalog Mukhrij
- Ṣaḥīḥ al-Bukhārī — Peperangan: Ibnu Ishaq berkata \, No. 4019
Status Hukum
Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam kitab Shahihnya dan memiliki derajat kesahihan tertinggi karena disepakati oleh para ulama hadis secara konsensus (ijma') mengenai keotentikan jalur sanad dan kebenaran matannya.
Penilaian Para Muhaddits
- al-Imām al-Bukhārī: Shahih (Ijma') [sumber: belum terverifikasi]
- al-Muḥaddithūn (Para Ulama Hadis): Shahih [sumber: belum terverifikasi]
- al-Imām al-Albānī: Shahih [sumber: belum terverifikasi]
Catatan: penilaian tanpa atribusi kitab masih menunggu verifikasi sumber.
Buka versi aplikasi interaktif untuk penilaian terverifikasi, takhrij silang, dan perbandingan matan.
Saung Hadis
Kajian silsilah sanad, takhrij riwayat, dan derajat hadis berdasarkan Kutubut Tis‘ah.
01
7.563 Hadis
01
Ṣaḥīḥ al-Bukhārī
صَحِيحُ البُخَارِيِّ
Al-Imām al-Bukhārī · w. 256 H
Kitab hadis paling otentik dengan standar ketersambungan sanad dan seleksi rawi terketat.
02
7.500 Hadis
02
Ṣaḥīḥ Muslim
صَحِيحُ مُسْلِمٍ
Al-Imām Muslim an-Naisābūrī · w. 261 H
Termahsyur dengan sistematika bab tematik dan komparasi redaksi matan presisi.
03
3.956 Hadis
03
Jāmi‘ at-Tirmidhī
جَامِعُ التِّرْمِذِيِّ
Al-Imām at-Tirmidhī · w. 279 H
Memuat analisis derajat keshahihan hadis dan komparasi pendapat fiqih para ulama.
04
5.274 Hadis
04
Sunan Abī Dāwud
سُنَنُ أَبِي دَاوُدَ
Al-Imām Abū Dāwud as-Sijistānī · w. 275 H
Rujukan utama hadis-hadis hukum syariat dan landasan istinbāṭ para fuqaha.
05
5.758 Hadis
05
Sunan an-Nasā’ī
سُنَنُ النَّسَائِيِّ
Al-Imām an-Nasā’ī · w. 303 H
Sangat teliti dalam menguji cacat tersembunyi sanad (‘illat) dan variasi jalur periwayatan.
06
4.341 Hadis
06
Sunan Ibn Mājah
سُنَنُ ابْنِ مَاجَهْ
Al-Imām Ibn Mājah al-Qazwīnī · w. 273 H
Penutup Kutub as-Sittah dengan faedah matan unik dan susunan bab fiqih yang rapi.
07
1.850 Hadis
07
Muwaṭṭa’ Mālik
مُوَطَّأُ الإِمَامِ مَالِكٍ
Al-Imām Mālik bin Anas · w. 179 H
Kitab hadis tertua yang memadukan transmisi nabawi otentik dengan amalan ahlul Madinah.
08
27.647 Hadis
08
Musnad Aḥmad
مُسْنَدُ الإِمَامِ أَحْمَدَ
Al-Imām Aḥmad bin Ḥanbal · w. 241 H
Ensiklopedi hadis akbar yang dikelompokkan secara komprehensif menurut nama sahabat.
09
3.500 Hadis
09
Sunan ad-Dārimī
سُنَنُ الدَّارِمِيِّ
Al-Imām ad-Dārimī · w. 255 H
Terkenal dengan sanad-sanad ‘ālī (tinggi) serta mukadimah agung seputar adab ilmu.